2026-06-20
Tiga Kebiasaan yang Membantu Mencegah Demensia
Mencegah demensia dan menua dengan sehat tidak selalu tentang suplemen atau latihan otak yang rumit. Tiga kebiasaan sederhana namun efektif adalah olahraga, belajar bahasa asing, dan bepergian.

Seiring bertambahnya usia, salah satu perubahan yang paling menakutkan mungkin adalah penurunan memori dan daya nilai, lebih dari sekadar kelemahan fisik.
Saat Anda merasa lebih sering lupa dari sebelumnya, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari hal baru, banyak orang menyadari penuaan.
Namun, meskipun penuaan adalah proses yang tak terhindarkan, kecepatan dan polanya tidak selalu sama.
Secara khusus, kesehatan otak dan pencegahan demensia dapat menunjukkan perbedaan yang signifikan tergantung pada jenis stimulasi yang Anda berikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika berbicara tentang pencegahan demensia dan penuaan yang sehat, mudah untuk langsung memikirkan suplemen khusus atau metode pelatihan otak yang rumit.
Namun, pada kenyataannya, aktivitas yang dapat dipraktikkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari lebih penting.
Di antara semua itu, yang patut diperhatikan adalah olahraga, belajar bahasa asing, dan bepergian.
Ketiga hal ini memiliki kesamaan yaitu menggerakkan tubuh dan otak secara bersamaan, serta menambahkan stimulasi baru pada rutinitas yang cenderung monoton, sehingga dapat membantu mencegah demensia.

Kebiasaan paling dasar dan pasti, olahraga
Yang pertama adalah olahraga.
Sudah diketahui bahwa olahraga tidak hanya membantu kesehatan kardiovaskular atau menjaga kekuatan otot, tetapi juga memiliki efek positif pada pemeliharaan fungsi otak. Dengan menggerakkan tubuh secara teratur, sirkulasi darah menjadi lancar, dan otak juga dapat menerima oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan dengan lebih efisien.
Ini membantu menjaga memori, konsentrasi, dan fungsi kognitif secara keseluruhan, sehingga membantu mencegah demensia.


Terutama seiring bertambahnya usia, jangkauan gerakan seseorang cenderung berkurang.
Hanya posisi yang familiar yang diulang, dan otot yang tidak digunakan akan cepat melemah. Namun, perubahan ini tidak hanya terbatas pada masalah tubuh. Ini karena proses berjalan, menjaga postur, menjaga keseimbangan, dan menggerakkan tangan dan kaki secara harmonis semuanya terhubung dengan kontrol otak yang kompleks.
Dengan kata lain, latihan menggunakan otot dan menjaga postur yang benar juga merupakan latihan yang membantu mencegah demensia dengan menggunakan otak secara bersamaan.
Olahraga tidak harus mewah. Aktivitas yang dapat dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, seperti jalan cepat, latihan kekuatan ringan, peregangan, dan latihan keseimbangan,
sudah cukup berarti untuk pencegahan demensia. Yang penting adalah konsistensi daripada intensitas. Semakin banyak kebiasaan menggerakkan tubuh sedikit demi sedikit setiap hari, semakin besar kemungkinan perubahan positif akan terakumulasi untuk kesehatan otak dan pencegahan demensia.

Aktivitas yang merangsang otak dari berbagai sudut, belajar bahasa asing
Yang kedua adalah belajar bahasa asing.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi terjemahan AI, kebutuhan praktis untuk belajar bahasa asing mungkin berkurang dari sebelumnya.
Namun, nilai belajar bahasa asing tidak hanya terletak pada penguasaan keterampilan komunikasi. Ini karena proses belajar bahasa baru itu sendiri merupakan aktivitas yang merangsang otak secara luas.
Untuk belajar bahasa asing, seseorang harus mengingat kata-kata baru, memahami struktur kalimat yang tidak familiar, dan secara bersamaan melakukan berbagai proses seperti mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Dalam proses ini, berbagai fungsi kognitif seperti memori, perhatian, kemampuan beralih, dan daya nilai bekerja bersama.
Artinya, belajar bahasa asing bukanlah latihan sederhana yang hanya menggunakan bagian tertentu dari otak, melainkan stimulasi kompleks yang mengaktifkan berbagai area secara bersamaan, sehingga berkontribusi pada pencegahan demensia.

Yang paling menggembirakan adalah, saat ini ada berbagai aplikasi smartphone yang membantu pembelajaran bahasa asing, sehingga jauh lebih mudah untuk memulai belajar daripada sebelumnya. Anda dapat memilih sesuai dengan tingkat dan tujuan Anda, mulai dari menghafal kata, latihan pengucapan, ekspresi percakapan, hingga latihan mendengarkan, dan banyak di antaranya dirancang untuk belajar dalam waktu singkat tanpa beban.
Bahkan bagi mereka yang merasa terbebani dengan belajar di lembaga atau buku teks, menggunakan aplikasi smartphone memungkinkan mereka untuk terpapar bahasa asing secara konsisten dalam waktu singkat saat bepergian atau sebelum tidur. Terutama bagi orang dewasa paruh baya dan lansia, metode ini memiliki aksesibilitas tinggi, yang dapat membantu mereka tidak merasa kesulitan dengan bahasa baru dan menjadikannya kebiasaan pencegahan demensia dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, di masa depan, pembelajaran bahasa asing kemungkinan akan lebih diperhatikan sebagai aktivitas yang bermanfaat untuk pencegahan demensia dan kesehatan otak bagi orang dewasa paruh baya dan lansia, melampaui sekadar alat kompetitif bagi generasi muda. Tidak perlu bertujuan untuk menjadi sempurna. Proses mempelajari ekspresi baru, mengulang dengan suara keras, dan mengekspos diri pada sistem bahasa yang tidak familiar sudah cukup berarti. Yang penting adalah stimulasi yang konsisten daripada pencapaian.

Pengalaman yang membangkitkan tubuh, indra, dan daya nilai secara bersamaan, perjalanan
Yang ketiga adalah perjalanan.
Perjalanan sering dianggap sebagai sarana relaksasi atau perubahan suasana hati, tetapi dari sudut pandang pencegahan demensia dan kesehatan otak, ini juga merupakan aktivitas yang memberikan stimulasi yang sangat kaya. Melihat tempat-tempat asing, mendengar suara-suara baru, mencari jalan baru yang tidak familiar, berinteraksi dengan budaya lain, dan menanggapi situasi yang tidak terduga, otak bekerja jauh lebih aktif dari biasanya.
Kehidupan sehari-hari stabil, tetapi pada saat yang sama, berulang. Dalam lingkungan yang berulang, penilaian, indra, dan gerakan cenderung menjadi otomatis.
Sebaliknya, perjalanan membuat kita keluar dari pola hidup yang familiar untuk sementara waktu dan beradaptasi dengan situasi baru. Proses memutuskan jalan mana yang akan diambil, apa yang akan dimakan, dan ke mana akan pergi, memberikan stimulasi alami dan kompleks pada otak kita.

Terutama, perjalanan yang mengharuskan Anda merencanakan dan menilai sebagian dari jadwal sendiri, daripada perjalanan terstruktur di mana semua jadwal sudah diatur dan beban perjalanan serta pilihan minimal,
dapat menjadi stimulasi kognitif yang lebih aktif. Tentu saja, perjalanan yang nyaman itu sendiri sudah cukup berharga. Namun, dari sudut pandang pencegahan demensia dan penuaan yang sehat, semakin banyak pengalaman menggerakkan tubuh dan membuat pilihan sendiri di lingkungan yang asing, semakin kaya stimulasi bagi otak.
Penuaan yang sehat dimulai dari pilihan sehari-hari, bukan dari resep khusus.
Olahraga, belajar bahasa asing, dan bepergian mungkin terlihat seperti aktivitas yang sama sekali berbeda. Namun, ketiga hal ini memiliki kesamaan yaitu membuat tubuh dan otak bekerja bersama, dan membantu agar tidak berpuas diri dengan hal-hal yang sudah familiar. Pencegahan demensia yang efisien dan penuaan yang sehat bukanlah proyek khusus yang dimulai secara tiba-tiba. Ini lebih merupakan hasil yang perlahan-lahan terbentuk dari sikap untuk bergerak sedikit lebih banyak setiap hari, mempelajari hal-hal baru, dan dengan senang hati menerima pengalaman yang asing.
Penuaan tidak dapat dihentikan sepenuhnya. Namun, kita dapat memilih bagaimana kita akan menua sampai batas tertentu.
Kebiasaan menggerakkan tubuh, kemauan untuk belajar bahasa baru, dan sikap untuk mengalami dunia di luar rutinitas sehari-hari dapat membantu menjaga otak tetap hidup lebih lama dan mencegah demensia dalam kehidupan sehari-hari. Otak mudah terbiasa jika dibiarkan, tetapi tetap aktif lebih lama dari yang diperkirakan jika terus-menerus distimulasi.
Diperiksa oleh: Profesor Yang Ji-heon dari Chaum Power Aging Clinic
✅Chaum menyediakan layanan reservasi online real-time untuk kenyamanan pelanggan.
Layanan reservasi ini dapat dengan mudah digunakan setelah mendaftar sebagai anggota di situs web Chaum.
Bidang perawatan: Kedokteran Fungsional Terpadu, Kedokteran Peningkatan Kesehatan, Anti-Penuaan. Profesor Yang Ji-heon, yang bertanggung jawab atas perawatan di Chaum Power Aging Clinic dan Chronic Fatigue Clinic, adalah seorang spesialis kedokteran keluarga yang mendiagnosis dan mengobati berbagai gejala yang dapat muncul akibat penuaan atau penurunan kekebalan tubuh. Setelah melakukan pemeriksaan kedokteran fungsional untuk membedakan penyebab penyakit organik pasien, ia membuat diagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan dan menerapkan perawatan yang disesuaikan secara individual. Selain itu, ia tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga melakukan perawatan pencegahan agar pasien dapat mempertahankan hidup yang sehat dan muda untuk waktu yang lama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa saja kebiasaan sehari-hari yang membantu mencegah demensia?
Ya, olahraga, belajar bahasa asing, dan bepergian adalah contoh tipikal. Ketiga aktivitas ini merangsang tubuh dan otak secara bersamaan, menambahkan rangsangan baru dalam kehidupan sehari-hari. Menerapkannya secara konsisten, bahkan tanpa suplemen khusus atau pelatihan yang rumit, sangat membantu menjaga kesehatan otak dan mencegah demensia.
Apakah olahraga untuk pencegahan demensia harus intensitas tinggi?
Tidak, konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas. Aktivitas yang dapat Anda lakukan secara teratur dalam kehidupan sehari-hari, seperti jalan cepat, latihan kekuatan ringan, dan peregangan, sudah cukup. Semakin Anda membiasakan diri untuk bergerak sering, bahkan untuk waktu singkat setiap hari, semakin banyak perubahan positif yang terakumulasi di otak Anda.
Apakah belajar bahasa asing bermanfaat untuk kesehatan otak meskipun sudah tua?
Ya, ini adalah aktivitas yang sangat bermanfaat. Proses belajar bahasa baru memberikan stimulasi kompleks yang secara bersamaan mengaktifkan berbagai fungsi kognitif seperti memori, perhatian, dan penilaian. Anda tidak perlu fasih sempurna; secara konsisten mengekspos diri Anda pada bahasa tersebut, bahkan untuk waktu singkat menggunakan aplikasi smartphone, itu baik.
Bagaimana perjalanan membantu mencegah demensia?
Ya, perjalanan membantu dengan memberikan stimulasi yang sangat kaya pada otak. Proses mencari rute baru di tempat yang tidak dikenal dan memutuskan rencana perjalanan sendiri membuat otak bekerja jauh lebih aktif dari biasanya. Terutama, perjalanan di mana Anda merencanakan dan membuat keputusan sendiri lebih efektif daripada perjalanan dengan rencana perjalanan yang sudah diatur.
Perawatan apa saja yang ditawarkan Chaum Power Aging Clinic?
Klinik ini mendiagnosis berbagai gejala yang disebabkan oleh penuaan atau melemahnya kekebalan tubuh dan menyediakan perawatan yang disesuaikan. Profesor Yang Ji-heon, seorang spesialis kedokteran keluarga, mengidentifikasi penyebab melalui pemeriksaan medis fungsional, dan selain mengobati penyakit, juga memberikan perawatan pencegahan untuk mempertahankan hidup sehat dan awet muda untuk waktu yang lama.